SMAN 1 LUBUK SIKAPING

PROFIL SEKOLAH

 

 

Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping

SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping merupakan SMA tertua di Kabupaten Pasaman. Sekolah ini didirikan pada tanggal 16 September 1951 dan merupakan sekolah Filial dari SMA B Bukittinggi. Setelah mengalami sejumlah perkembangan, pada tanggal 6 Februari 1957 dengan SK Pendirian Nomor 5468/BIII, sekolah ini berdiri sendiri dengan nama SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping.

Tahun 1994, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman mempercayakan sekolah ini  untuk membuka satu kelas unggul yang disebut dengan Kelas Unggul SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Seluruh peserta didik pada kelas ini diberikan sejumlah fasilitas berupa; asrama bagi peserta didik, pembina, bantuan biaya kosumsi bagi peserta didik dan pembina, bantuan biaya uang sekolah dan bantuan kesejahteraan guru yang mengajar pada kelas unggul ini.

Pada tahun 2004, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat sebagai salah satu dari 100 Rintisan SMA Bertaraf Internasional (R-SMA-BI) di Indonesia. Pada tahun pelajaran 2005/2006, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping resmi membuka 1 (satu) kelas Rintisan SMA Bertaraf Internasional (R-SMA-BI) yang disebut dengan Kelas R-SMA-BI sebagai cikal-bakal bagi perkembangan selanjutnya. Peserta didik kelas R-SMA-BI ini juga mendapat bantuan fasilitas seperti; asrama peserta didik, pembina, bantuan biaya konsumsi, bantuan uang sekolah, dan bantuan biaya kesejahteraan guru/ staf pengajar. Pada tahun pelajaran 2006/2007 kelas Unggul dan kelas R-SMA-BI dinobatkan menjadi kelas Unggulan SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping  dengan melaksanakan program R-SMA-BI. Kelas ini terdiri atas 2 yaitu; Kelas Asrama A dan kelas Asrama B.

Tahun pelajaran 2007/2008 SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping melanjutkan Program R-SMA-BI dan  membentuk kerjasama dengan 6 sekolah R-SMA-BI di Sumatera Barat. Selain itu, pada bulan Februari 2009 SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping juga membentuk kerjasama dengan SMA Negeri 5 Bandung sebagai realisasi dari Program Sister School. Kedua sekolah ini bekerjasama dalam tukar-menukar informasi tentang perkembangan pendidikan. Hal ini ditandai dengan memberikan kesempatan bagi 5 orang guru dan 16 orang peserta didik R-SMA-BI SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping untuk mengikuti program Magang Guru dan Peserta didik di SMA Negeri 5 Bandung.

Pada tahun 2010, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping juga telah menyelenggarakan Program Sister School dengan Mandurrah College Australia. Beberapa orang guru juga diberi kesempatan untuk magang di sekolah tersebut. Pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping memperoleh sertifikat ISO 2008-9001 dari SAI GLOBAL, dengan nomor sertifikat qec27237. Selanjutnya, pada Maret 2011 Sister School juga telah dijalin dengan SMAN 3 Yogyakarta.

Pada tahun 2012, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping berhasil menempatkan meraih prestasi akademik. Sebanyak 4 orang siswa berhasil menjadi finalis pada OSN tingkat Nasional mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan TIK.

Sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 8 Januari 2013 tentang Pembubaran RSBI dan SBI, maka SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping kembali pada program SMA reguler biasa. Sebagai sekolah yang pernah berstatus R-SMA-BI, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping tetap berupaya secara maksimal untuk mengimplementasikan semua Standar Nasional Pendidikan. Bahkan, sejak tahun pelajaran 2013/2014, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping menetapkan standar ketuntasan di atas 75 dan secara berkesinambungan terus melakukan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Pencapaian nilai rata-rata UN peserta didik dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan dan mempertahankan pencapaian kelulusan 100%. Seiring dengan itu, peserta didik yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, melalui PMDK atau SNMPTN dari tahun ke tahun juga meningkat. Tahun 2013, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping mendapat penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat sebagai SMA yang terbanyak di level Kabupaten menyumbangkan lulusannya di perguruan tingginegeri. Selanjutnya,  tahun 2014, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping kembali mendapat penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat sebagai SMA terbanyak ke-3 di level provinsi  yang menyumbangkan lulusannya di perguruan tinggi negeri.

Pada tahun 2014, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping kembali berhasil menempatkan meraih prestasi akademik. Sebanyak 2 orang siswa berhasil menjadi finalis pada OSN tingkat Nasional di Mataram untuk mata pelajaran Matematika dan Astronomi, dan berhasil meraih medali perunggu untuk bidang Astronomi.

SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping sudah dipimpin oleh 15 orang kepala sekolah. Para kepala sekolah yang pernah memimpin SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping sebagai berikut.

1.    Sabirin (1955-1956)                              

2.    Soejitno (1957-1958)                              

3.    Agus Zulkifli (1958-1963)                     

4.    Azwar Gani (1963-1975)               

5.    Drs. Samsuri Tasman (1976-1981)

6.    Drs. Kamil Rasyid (1981-1986)

7.    Hasniar Rudolf (1986-1994)

8.    Alamsyah (1994-1998)

9.    Drs. Chairil Busni (1998-2000)

10.  Drs. Armadanel, M.Pd. (2000-2002)

11.  Zulkifli, S.Pd. (2002-2007)

12.  Emdison, S.Pd., M.M. (2007-2013)

13.  Drs. Noviar, M.M., (2013-2016).

14.  Drs. H. Rizka Khaira (Okt-Mar 2017)

15.  Plt. Dewi Martini, S.Pd (Apr-Mei 2017)

16.  Lisman, S.Pd (Juni 2017- Maret 2021)

17.  Eliza, M.Pd (Maret 2021-Desember 2021)

18.  Drs. H. Rizka Khaira, M.Si (Desember 2021- Sekarang)